1

Tutorial Membuat Ubuntu Desktop Untuk Perkantoran Bag. 1

Tulisan ini dibuat untuk menyukseskan Lomba Blog Open Source P2I-LIPI dan Seminar Open Source P2I-LIPI 2009.

Tutorial ini menunjukkan bagaimana Anda dapat mengkonfigurasi Ubuntu desktop bagi pengguna kantoran untuk pekerjaan sehari-hari yang merupakan pengganti penuh untuk Windows desktop, yaitu semua aplikasi yang biasa digunakan di desktop Windows. Keuntungannya jelas, Anda mendapatkan sistem yang aman tanpa pembatasan bekerja bahkan pada hardware lama, dan hal terbaik adalah semua aplikasi bersifat gratis dan terbuka. Bagi pengguna Ubuntu biasanya setelah melakukan instalasi kebanyakan pengguna masih bingung mengenai cara meng-install aplikasi seperti aplikasi pada windows, penulis sajikan tutorial ini seperti penulis lakukan untuk desktop penulis di kantor dalam melakukan pekerjaan sehari-hari. Untuk membuat desktop Ubuntu menjadi sempurna Anda harus menginstal berberapa paket tambahan berikut : Graphics :

  • Google Picasa – aplikasi untuk mengorganisasi dan editing digital foto;
  • Inskcape – aplikasi pengolah gambar vector;
  • Blender – aplikasi pengolah 3D modelling.

Internet:

  • Opera – aplikasi browser;
  • Adobe Flash Player 10 – plugin flash player untuk browser;
  • FileZilla – aplikasi multithreaded FTP client;
  • Skype – aplikasi VOIP client;
  • Google Earth – aplikasi peta geografi dunia;
  • Xchat IRC – aplikasi IRC client.

Office:

  • Adobe Reader – aplikasi pembaca file PDF;
  • CHM Viewer – aplikasi pembaca file chm;
  • GnuCash – aplikasi keuangan;
  • Scribus – aplikasi desktop publishing;
  • TrueType fonts – font-font windows seperti  Times New Romans, Arial, Comic Sans MS dll.

Sound & Video:

  • Audacity – aplikasi digital audio editor;
  • SMPlayer -aplikasi media player (video/audio), mendukung WMA;
  • gtkPod – aplikasi mirip seperti Apple’s iTunes, mendukung iPod, iPod nano, iPod shuffle, iPod photo, dan iPod mini;
  • Audacious – aplikasi audio player mirip Winamp;
  • dvd::rip – aplikasi DVD copy;
  • Kino – aplikasi digital video editor;
  • RealPlayer – aplikasi media player, mendukung format rmvb;
  • K3B – aplikasi CD/DVD burning;
  • Multimedia Codecs – dukungan codec win32 untuk SMPlayer.

Programming :

  • KompoZer – aplikasi WYSIWYG HTML editor, mirip seperti Macromedia Dreamweaver;
  • Bluefish – aplikasi text editor, cocok untuk programming dan markup languages;
  • Quanta Plus – aplikasi pengembangan web, termasuk editor WYSIWYG;

Other :

  • VirtualBox – memungkinkan Anda menjalankan desktop Windows lama Anda sebagai mesin virtual di bawah desktop Linux Anda, sehingga Anda tidak perlu sama sekali meninggalkan Windows;
  • Java  – aplikasi pengembangan aplikasi berbasis java;
  • Unrar – aplikasi pengarsipan mendukung .rar;
  • Ntfs-3G – Aplikasi dukungan Read-/Write untuk partisi NTFS;
  • Nautilus Wallpaper – aplikasi “set as wallpaper” pada file explorer nautilus;
  • Nautilus Image Converter aplikasi “resize image” pada file explorer nautilus;
  • Hardinfo – aplikasi informasi sistem dan benchmarking.

Catatan : Ini merupakan bukan satu-satunya cara untuk mengkonfigurasi Ubuntu Anda. Ada banyak cara untuk melakukannya, penulis memberikan cara termudah untuk Anda agar menjamin Ubuntu desktop Anda dapat bekerja dengan baik. Penulis menggunakan Linux Ubuntu 8.10 Intrepid Ibex sebagai desktop.

Instalasi Ubuntu

  1. Pertama pilihlah bahasa (default English) dan tekan Enter;
  2. Pilih Install Ubuntu dan tekan Enter;
  3. Boot installer sedang berjalan;
  4. Pilih bahasa yang ingin digunakan untuk sistem operasi (default English);
  5. Pilih zona waktu berdasarkan lokasi anda (Indonesia, Jakarta);
  6. Pilih keyboard layout yang digunakan (default English);
  7. Pilih bagaimana Anda ingin me-partisi hardisk. Ada 2 pilihan ; Guided – Use entire hardisk digunakan menggunakan seluruh hardisk, seluruh data yang ada akan dihapus, atau gunakan Manual, gunakan partisi hardisk tertentu yang diinginkan;
  8. Untuk pemilihan penentuan partisi secara Manual, pilih seperti pada tampilan berikut;
  9. Setelah pemilihan opsi manual, akan terlihat daftar kondisi hardisk, jika hardisk masih kosong, maka tidak terlihat daftar apapun. Jika hardisk sebelumnya terdapat partisi lain, maka partisi tersebut akan ditampilkan.Untuk memulai mengatur partisi, klik tombol New Partition Table;
  10. Dengan mengklik tombol New Partition Table, akan muncul jendela peringatan perihal pengaturan seluruh partisi dalam hardisk. Abaikan saja pilihan ini dan pilih Continue;
  11. Selanjutnya akan tertampil partisi yang yang masih kosong beserta dengan ukurannya. Klik New Partition untuk memulai membuat partisi baru;
  12. Tampilan dasar pada pembuatan partisi baru tertampil sebagai berikut;
  13. Buat partisi awal, sekitar 5GB yang nanti akan digunakanan untuk sistem dasar. Jangan lupa tentukan Mount Point di “/” (baca: root). Yang utama pada pembuatan partisi adalah tipe partisi (ReiserFS), ukuran partisi (5000MB), dan mount point-nya (/);
  14. Kemudian buat partisi selanjutnya sebesar 5GB dan berikan mount point-nya sebagai “/home”. Partisi ini akan menyimpan mayoritas data-data yang dibuat oleh pengguna;
  15. Selanjutnya buat partisi swap. Swap ini digunakan sebagai virtual memori. Buatlah partisi swap minimal 256MB. Pengaturan swap seperti ditunjukkan pada gambar dibawah;
  16. Penyusunan partisi yang telah selesai tertampil seperti pada tampilan berikut;
  17. Ketik nama User Anda, kemudian masukkan nama yang ingin anda gunakan untuk Login, dan isikan Password. Beri tanda centang pada opsi “Login automatically“, jika Anda ingin masuk ke desktop secara automatis. Selanjutnya klik Forward;
  18. Tampilan selanjutnya adalah jendela informasi setting instalasi. Selanjutnya klik Install untuk memulai proses instalasi;
  19. Selanjutnya harddisk akan dipartisi ulang dan system Ubuntu akan di install ke hardisk. Proses ini akan memakan waktu beberapa menit (30-45 menit);
  20. Setelah proses instalasi, maka akan keluar dialog instalasi telah komplit, dan anda dimintai untuk me-restart sistem. Klik Restart now;
  21. Setelah Sytem live CD mati, pada proses akhirnya, anda melihat dialog “press enter to continue“, terlebih dahulu keluarkan CD Ubuntunya kemudian tekan Enter agar PC melakukan restart;
  22. Selanjutnya boot ulang dan masuki sistem Ubuntu baru pada PC anda. Sistem Ubuntu anda telah mulai dan secara automatis login ke desktop Anda;
  23. Tampilan Desktop Ubuntu 8.10 Intrepid Ibex.

Komentar

komentar

Andrian Dion Priadi

Penulis seorang penggiat Open Source, bekerja sebagai staff IT di PTN Universitas Gadjah Mada, dan juga sebagai direktur utama CV. Manasthika Global Informasi.

One Comment

Tinggalkan Pesan