2

Tips dan Trik Tatacara Melamar Pekerjaan

Tips Tatacara Melamar Pekerjaan

Tips dan Trik Tatacara Melamar Pekerjaan

Melamar Pekerjaan

Artikel ini akan membahas tatacara melamar pekerjaan baik perusahaan swasta maupun perusahaan BUMN, buat para lulusan fresh graduate penulis yakin akan kebingungan dalam membuat surat lamaran maupun CV (Curiculuum Vitae). Artikel ini dibuat lengkap seperti tatacara membuat surat lamaran yang baik, membuat CV, trik Psikotest, sampai tips dalam menjawab test wawancara. 

Tips n Trik Membuat surat lamaran dan CV (Curiculum Vitae)

Surat lamaran sebaiknya :

  • Impresif. Tidak terlalu menyombongkan diri, dan tidak terlalu merendahkan diri;
  • Menarik minat calon atasan. Begitu dibaca, orang langsung tertarik untuk mengetahui lebih lanjut seperti apakah Anda;
  • Menyebutkan kualifikasi yang diraih;
  • Mengunakan bahasa yang enak dibaca, ringkas, jelas, dan padat.Hindari pengulangan kalimat tanpa penjelasan, penggunaan kalimat tidak efektif, ejaan yang salah, maupun pengunaan tata bahasa yang buruk. (bila perlu, beli buku yang berisi contoh-contoh surat lamaran);
  • Hindari mengunakan bahasa Inggris (jika tidak diminta) apabila Anda merasa bahwa kemampuan bahasa Inggris Anda kurang baik. Daripada ketahuan salahnya, lebih baik gunakan bahasa Indonesia saja;
  • Cantumkan tujuan dan alasan Anda melamar;
  • Jangan sampai surat lamaran Anda memberikan kesan kotor, seadanya.gunakan kertas yang bagus, bersih dan rapi, tidak usut, tebal, tidak mudah robek. Hindari tip-ex.Tinta juga jangan terlalu tipis supaya mudah dibaca;
  • Menggunakan komputer. Memang ada beberapa perusahan yang meminta agar surat lamaran ditulis dengan tangan.Tetapi jika tidak diminta,lebih baik jika Anda mengunakan komputer.Gunakan pula printer inkjet atau laser (jangan pula memakai printer dot matrix). Dengan demikian Anda tidak terlihat buta teknologi.

 

CV ANDA, MODAL ANDA

Banyak orang menganggap, semakin banyak informasi yang kita berikan, akan jauh lebih baik. Menurut Dr. Rheinald Kasali, banyak pelamar yang sering mencantumkan hal-hal yang tidak perlu dalam CV yang diberikannya. Ini tidak efisien. Selain menghabiskan waktu penyeleksi , hal ini membuat kualifikasi Anda yang ingin dicari, justru kurang terlihat. CV harus objektif dan sistematis, tidak melebih-lebihkan, dan tidak mengurangi CV harus dapat menarik impresi pembaca, dalam 20-30 detik. Kesan pertama harus mampu membuat gebrakan (tetapi tidak terlalu mengejutkan) yang harus ada dalam CV :

  • Data pribadi : nama, usia, jenis kelamin, status;
  • Riwayat pendidikan. Tulis pendidikan terakhir saja.Tidak perlu dirunut dari TK.Jika Anda lulusan S1, tulis pendidikan terakhir Anda di universitas saja;
  • Riwayat pengalaman kerja. Diawali dengan pekerjaan terakhir lalu diikuti dengan pekerjaan-pekerjaan sebelumnya;
  • Keahlian. Cantumkan kursus-kursus yang pernah Anda ikuti, yang tentu saja relevan dengan pekerjan yang Anda lamar;
  • Kualifikasi (antara lain penghargaan yang pernah Anda peroleh);
  • Aktifitas ( ekstrakurikuler yang relevan);
  • Keanggotaan professional;
  • Yang sebaiknya dihindari dalam CV;
  • Agama, suku afiliasi, keangotaan parpol dan sejenisnya. Hal ini menghindari perlakuan diskriminatif terhadap Anda oleh penyeleksi maupun kesan yang ditimbulkan penyeleksi terhadap Anda;
  • Hal-hal yang tidak enak dibaca atau ditulis;
  • Permintaan besarnya gaji (pada beberapa iklan lowongan , kadangkala memang diminta untuk dicantumkan. Jika demikian halnya, cobalah untuk memberi batas-antara sekian sampai sekian atau disesuaikan dengan kebijakan perusahaan.

 

Tips n Trik Menghadapi Psikotest

Dewasa ini, hampir semua perusahaan menggunakan Phsicology Test/Tes Psikologi atau psikotes/psikotest sebagai bagian dalam tahapan penerimaan calon pegawai. Keunikan dari tes ini adalah pada “ketidakpastiannya”. Mengapa? Karena faktor ini dapat memutarbalikan perhitungan logis potensi seseorang. Berikut beberapa contohnya :

 1. Tes Logika Aritmatika

Tes ini terdiri atas deret angka. Yang diukur dalam tes ini adalah kemampuan analisa Anda dalam memahami pola-pola/kecenderungan tertentu (dalam wujud deret angka) untuk kemudian memprediksikan hal-hal lain berdasarkan pola tersebut.

Tipsnya adalah:

  1. Jangan terpaku pada deret hitung atau deret ukur perhitungan matematika saja yaitu jangan terpaku pada 3-4 angka terdepan dalam deret namun adakalanya Anda melihat deret secara keseluruhan karena pola bisa berupa urutan, pengelompokan berurutan maupun pengelompokan loncat;
  2. Ingat keterbatasan waktu;
  3. Anda bisa melatih kemampuan Anda ini dari buku-buku tes UMPTN/SPMB untuk materi deret hitung/deret ukur.

 

2. Tes Logika Penalaran

Tes ini terdiri atas deret gambar baik 2 maupun 3 dimensi. Yang ingin diukur dalam tes ini adalah kemapuan Anda dalam memahami pola- pola / kecenderungan tertentu (dalam wujud gambar) untuk kemudian melakukan prediksi berdasarkan pola Anda tersebut.

Tipsnya adalah :

Konsentrasi, hati-hati dan teliti. Karena bentuk- bentuk yang ditawarkan hampir serupa walau tak sama

 3. Analog Verbal Test

Tes ini terdiri atas 40 soal yang berisi sinonim / antonim / analog suatu kata. Yang diukur dalam tes ini adalah kemampuan logika Anda terhadap sebuah kondisi, untuk melihat sejauh mana Anda memahami sebab-akibat suatu permasalahan.

Tipsnya adalah :

Apabila Anda bermasalah dengan konsentrasi dan logika, Anda bisa membypass-nya dengan menghafal soal dan jawaban.

 4. Kraeplien/Pauli

Tes ini terdiri atas gugusan angka-angka yang tersusun secara membujur (atas-bawah) dalam bentuk lajur-lajur. Menjumlahkan dua angka yang berdekatan dalam waktu tertentu di setiap kolom dan menuliskan disampingnya. Yang diukur dalam tes ini adalah konsistensi, ketahanan, sikap terhadap tekanan, kemampuan daya penyesuaian diri, ketelitian sekaligus kecepatan dalam mengerjakan suatu pekerjaan.

Tipsnya adalah :

  1. Jangan sekalipun menggunakan pensil mekanis dalam tes ini melainkan pensil biasa atau pulpen saja, karena tes ini sangat terikat dengan waktu. Pensil mekanis membutuhkan di-reload ketika ujung granitnya habis, mekanisme ini membutuhkan waktu sekitar 0.5-1 detik. Apabila Anda melakukan reload dalam 10 lajur berarti Anda telah kehilangan waktu 5-10 detik;
  2. Usahakan jumlah angka yang dijumlahkan di masing-masing kolom stabil. Hasilnya akan lebih baik jika dibandingkan Anda memaksakan diri di awal tes namun tergopoh-gopoh di pertengahan dan akhir tes. Kendalikan diri Anda untuk menghemat tenaga;
  3. Jangan sekalipun melakukan cheating terhadap waktu maupun hasil penjumlahan;
  4. Hal yang paling penting dari keseluruhan tes kraeplein adalah konsentrasi. Terkadang Anda akan merasa blank pada pertengahan tes, namun Anda harus bisa bangkit & fokus lagi pada tes.

5. Wartegg Test

Tes ini terdiri atas 8 kotak yang berisi bentukan-bentukan tertentu seperti titik, garis kurva, 3 garis sejajar, kotak, dua garis saling memotong, dua garis terpisah, tujuh buah titik tersusun melengkung dan garis melengkung. Anda akan diminta menggambar kemudian menuliskan urutan gambar yang telah Anda buat, lalu menuliskan nomor gambar mana paling disukai, tidak disukai, sulit dan mudah menurut Anda. Yang diukur dalam tes ini adalah emosi, imajinasi, intelektual dan aktifitas subjek.

Tipsnya adalah :

  1. Urutan menggambar sebaiknya Anda buat kombinasi antara sesuai nomor dan acak. Misalnya 1,2,3,4 kemudian 8,7,6,5. Karena apabila Anda menggambar berdasarkan urutan 1,2,3,4,5,6,7,8 Anda dipAndang HRD sebagai orang yang kaku / konservatif sedangkan apabila Anda menggambar secara acak misalnya 5,7,6,8,3,2,4,1 Anda akan dipAndang HRD sebagai orang yang terlalu kreatif, inovatif dan cenderung suka akan ‘breaking the low‘.
  2. Kalau Anda bergender lelaki jangan mulai dengan nomor 5, karena beberapa anggapan menyebutkan hal ini berpengaruh terhadap orientasi seks Anda.

6. Draw A Man Test (DAM)

Tes ini mengharuskan Anda untuk menggambar sesorang, untuk kemudian Anda deskripsikan usia, jenis kelamin dan aktifitas orang tersebut. Tes ini dipergunakan untuk mengatahui tanggung jawab, kepercayaan diri, kestabilan dan ketahanan kerja.

Tipsnya adalah :

  1. Gambarlah orang tersebut secara utuh mulai dari ujung kepala sampai ke ujung kaki, termasuk detil muka seperti mata, hidung, mulut dan telinga.
  2. Gambarlah orang tersebut dalam keadaan sedang melakukan aktifitas, misalnya pak tani sedang membawa cangkul, eksekutif muda sedang menenteng koper dsb.

7. Army Alpha Intelegence Test

Tes ini terdiri atas 12 soal yang berisi kombinasi deretan angka dan deretan bentuk. Soal satu soal kadang terkait dengan soal sebelumya. Yang diukur dalam tes ini adalah kemampuan daya tangkap Anda dalam menerima dan melaksanakan instruksi dengan cepat dan tepat.

Tipsnya adalah :

Konsentrasilah kepada apa yang dikatakan narator, karena narator tidak akan mengulang instruksi tersebut dan waktu yang diberikan sangat terbatas. Sabar, jangan terburu menjawab, sebelum narator selesai memberikan instruksi.

Contoh :

Narator akan mediktekan soal sebagai berikut :

“Coretlah angka ganjil dalam kotak dan coretlah angka genap yang berhuruf dalam lingkaran, kerjakan!” dan pada lembar jawaban akan diberikan gambar seperti disamping.

 8. Menggambar Pohon

Tes ini terdiri atas tugas untuk menggambar pohon dengan kriteria : berkambium (dicotyl), bercabang dan berbuah. Sehingga tidak diperbolehkan kepada Anda menggambar pohon jenis bambu, pisang, semak belukar ataupun jenis tanaman monocotyl lainnya.

Tipsnya adalah :

  1. Pada setiap tes menggambar pohon yang pernah dilalui, penulis selalu menggambar pohon nangka. Karena pohon tersebut mewakili jenis tanaman dicotyl / berkambium.
  2. Walaupun Anda tidak begitu pandai dalam hal menggambar, usahakan menggambar secara detil dan rinci setiap komponen dari pohon tersebut seperti tangkai, bentuk daun, kerapatan daun, buah, akar bahkan alur pohon.
  3. Untuk hasil yang lebih maksimal, foto lah pohon tersebut, pelajari karakter jenis pohonnya, kemudian latihlah kemampuan menggambar Anda dengan mengacu pada foto tersebut.

9. Edwards Personal Preference Schedule (EPPS)

Tes ini terdiri atas pilihan-pilhan jawaban yang paling mencerminkan diri Anda. Tes ini dipergunakan untuk mengetahui seberapa besar motivasi, kebutuhan dan motif seseorang. Tipsnya adalah:

  1. Jawablah setiap pertanyaan dengan jujur sesuai dengan kondisi Anda, setidaknya yang paling mendekati, karena pertanyaan akan berulang di nomor-nomor berikutnya, sehingga apabila jawaban Anda tidak sinkron, hal ini akan merugikan Anda. Kejujuran Anda terkait dengan cerminan kesesuaian diri Anda terhadap lowongan pekerjaan yang Anda lamar.
  2. Secara keseluruhan, tes EPPS ini memang paling sulit untuk di-adjustment (diakali), namun setidaknya ada beberapa pertanyaan yang bisa di-adjustment untuk disesuaikan dengan lowongan pekerjaan yang Anda pilihan. Misalnya ketika Anda melamar menjadi pegawai Bank, pilihlah jawaban-jawaban yang mencerminkan kejujuran, keteraturan, kedisiplinan dan mampu bekerja dalam teamwork.
  3. Karena sulitnya proses adjusment tehadap tes ini, jalan paling praktis yang dapat ditempuh adalah memperbaiki diri (self improvement) Anda dalam segala hal, setup diri Anda menjadi seakan-akan seseorang profesional dalam setiap tingkah laku keseharian Anda seperti: jujur, tepat janji, tanggung jawab dan disiplin. Karena cerminan pola pikir dan tingkah laku positif diri Anda, akan tertuang tanpa Anda sadari dalam hasil tes.

Contoh Soalnya :

  1. Saya suka memuji orang yang saya kagumi
  2. Saya ingin merasa bebas untuk melakukan apa saja yang saya kehendaki
  3. Saya merasa bahwa dalam banyak hal saya kalah dibandingkan orang lain
  4. Saya suka mengelakkan tanggung jawab dan kewajiban-kewajiban

Kesalahan Umum dalam Melamar Pekerjaan

Surat-surat tidak lengkap

Jangan pernah menganggap sepele kelengkapan surat lamaran. Maka sebelum melayangkan surat lamaran Anda, periksa kembali kelengkapan dokumen Anda. Satu saja ketidaklengkapan surat lamaran Anda, bisa dijadikan alasan penolakan permohonan kerja. So, lengkapi selalu dokumen lamaran Anda.

 Terlalu banyak referensi

Referensi memang perlu Anda sertakan bersama surat lamaran dan curriculum vitae (CV). Tapi mencantumkan daftar referensi yang kelewat panjang juga bisa menimbulkan salah pengertian. Bisa jadi, Anda akan dianggap suka memamerkan dan menonjolkan diri. Dianggap suka memamerkan dan menonjolkan diri. Untuk itu, sertakan referensi yang memang benar-benar penting, yang sekiranya dapat menmabah penilaian. Jika referensi Anda tidak berhubungan dengan pekerjaan yang Anda lamar sebaiknya tidak usah disertakan.

Datang Terlambat

Jam karet memang sudah menjadi budaya di Indonesia tapi hendaknya jangan sampai menulari Anda. Sekali Anda dating terlambat saat wawancara pekerjaan, penilaian terhadap diri Anda akan minus. Apalagi jika Anda melamar ke perusahaan asing, biasanya tidak ada toleransi bagi keterlambatan. Maka cobalah untuk ontime setiap kali memenuhi panggilan wawancara kerja.

 Pakaian Kurang Sopan

Kesan pertama seringkali dimulai dari penampilan. Karena itu cara Anda berbusana menjadi hal yang sangat penting saat Anda dating melamar pekerjaan atau memenuhi panggilan wawancara. Penyeleksi mempunyai penilaian tersendiri ketika melihat pelamar kerja. Karena itu gunakan busana yang sopan dan lazim digunakan untuk kesempatan panggilan kerja. Hal ini juga perlu diikuti dengan penampilan secara keseluruhan, seperti rambut dan dandanan wajah yang rapih, pemakaian sepatu dan tas yang pantas.

 Salah tulis atau sebut nama

Pimpinan Perusahaan akan sakit hati seandainya namanya ditulis atau diucapkan secara keliru. Hal ini akan mempengaruhi kewibawaan dan reputasinya. Usahakan agar meneliti kembali saat menulis nama orang dalam surat lamaran atau menyapa seseorang.

 Mencantumkan ketrampilan palsu

Jangan sekali-kali mencantumkan atau mengakuui ketrampilan yang tidak Anda miliki. Ingat, penyeleksi akan lebih jeli akan hal ini. Mereka akan terus meneliti bagian ? bagian dalam CV atau daftar riwayat hidup yang dianggap terlalu dibuat-buat. Bahkan ada yang mempersiapkan tes praktek langsung untuk menguji kebenaran laporan Anda. Oleh sebab itu jangan coba-coba menonjolkan sesuatu yang tidak Anda miliki

 Bicara berbelit-belit

Wawancara merupakan? moment? yang tepat bagi Anda untuk mengungkapkan siapa diri Anda sebenarnya. Biasanya pewawancara akan menanyakan semua segi yang berhubungan dengan CV atau daftar riwayat hidup yang telah Anda kirimkan. Dalam menyerap informasi dari Anda, mereka menggunakan logika berpikir secara rasional. Setiap uraian akan dihubungkan dengan keterangan sebelumnya. Karena itu jangan memberi keterangan yang berbelit-belit. Apabila penyeleksi menganggap Anda memberikan keterangan yang tidak jelas, jangan berharap diterima.

 Meminta fasilitas di awal seleksi

Ini merupakan kesalahan yang cukup fatal bagi pelamar kerja. Jika belum ada keputusan diterima jangan sekalipun menuntut fasilitas ini itu. Anda akan dianggap bermental materialistis. Walaupun tujuan bekerja salah satunya mendapatkan kelayakan materi, tapi sebaiknya, Anda harus menekankan apa yang bisa Anda berikan daripada apa yang akan Anda dapatkan. Biasanya jika Anda memberikan kontribusi terbaik, fasilitas akan mengikuti Anda.

 Sebenarnya masih banyak kelalaian lain yang kerap dilakukan saat melamar pekerjaan. Tapi jika Anda ingin sukses diterima bekerja tentunya Anda sudah semakin cerdas menerapkan cara melamar pekerjaan yang baik. Jangan lupa, kepandaian dan kecerdasan Anda juga perlu didukung oleh sikap yang menggambarkan moralitas dan intelektualitas yang positif.

Persiapan Sebelum Interview

Setelah Surat Lamaran Anda diterima dan berhasil menggugah hati company yang bersangkutan, bersiaplah untuk memasuki tahap yang paling menyenangkan. Beberapa tips Interview / Wawancara kerja :

  1. Jika jam terbang interview Anda kurang banyak, berlatihlah dengan pertanyaan² yg sering ditanyakan saat interview (bisa diliat di postingan paling atas);
  2. Alangkah baiknya sebelum melakukan interview, Anda membekali diri dengan pengetahuan tentang perusahaan tersebut. Misalnya bergerak di industri apa, sejarahnya, dll (ga usah ampe detail, garis besarnya aja);
  3. Pastikan penampilan Anda dalam kondisi prima dan ngga sakit²an. Gunakan pakaian yang formil, sopan, bersih, dan rapi. Berpakaianlah seperti orang sukses. Hindari bahan² jeans, wool, atau bahan2 trendy lainnya yg ngasih kesan non-formil;
  4. Pastikan tidak ada bau-bau yang mengganggu seperti bau mulut, bau badan, bau rokok, dan bau bau lainnya;
  5. Pastikan rambut Anda ngga gondrong (untuk pria), nggak berwarna norak (ijo, merah darah, pink, biru, silver, dll), dan cabut segala piercing Anda (anting berjejer 3 dikuping, atau diidung, terlebih lagi di lidah);
  6. Untuk wanita, hindari memakai aksesoris/perhiasan berlebihan. Cukup cincin kimpoi(untuk yang sudah menikah), atau jam tangan (terlihat lebih profesional). Pake scarf juga boleh asal yg formil, ga usah yang bulu-bulu;
  7. Gunakan pakaian dan sepatu yang bikin Anda nyaman. Hindari menggunakan sendal, sepatu kets, atau sepatu boots. Untuk wanita yang ingin menggunakan highheels pastikan tidak lebih dari 5cm, dan gunakan sepatu dengan warna netral gelap seperti hitam,coklat, biru donker, krem (hindari putih, apalagi warna2 terang + bunga2);
  8. Jangan sampai Anda interview dengan perut kosong, atau minum terlalu banyak sebelom interview. Nggak mau kan kalo ada sound effect “kriuk2” dari perut pas ingin jawab pertanyaan, atau terpaksa ngerapetin kaki karena pengen pipis;
  9. Percaya diri dan jawablah setiap pertanyaan dengan santai, jujur, dan yakin;
  10. Jangan maenin kursi yang Anda dudukin. Apalagi kursi yang bisa muter2. Jangan sampe saking gugupnya. Anda goyangin ke kiri dan ke kanan.
  11. Matiin Handphone Anda saat interview! Loe bakal dinilai kurang sopan dan kurang menghargai kalo HP Anda ampe bunyi pas interview;
  12. Dan berikut ini adalah hal² yang harus dihindari saat interview :
  • Datang terlambat: Tett Tott.. udah pasti minus point;
  • Klihatan kesal karena menunggu lama;
  • Berpenampilan berlebihan;
  • Membawa tas belanja atau sejenisnya ke dalam ruang wawancara (better titipin di resepsionis, atau ngga usah bawa sema sekali);
  • Mengajak teman atau keluarga saat wawancara (klo lo dianter, minta temen/keluarga Anda nunggu di luar kantor);
  • Duduk sebelum di persilahkan;
  • Masuk ke dalam ruangan wawancara tanpa mengetuk/mengucapkan permisi;
  • Meletakkan tas di atas meja wawancara (Taro aja dipangkuan);
  • Membungkuk, menundukan kepala, tidak menatap si pewawancara;
  • Bertopang dagu di meja. Meskipun si interview tampangnya luarbiasa kece.. ga perlu ampe segitunya kali yah..;
  • Melipat tangan dimuka dada (mau sok cool mas?);
  • Merokok atau mengulum permen saat wawancara/ngemil;
  • Membuka / memulai percakapan wawancara kerja (SKSD);
  • Memotong pembicaraan saat di wawancarai (belom diterima aja udah songong);
  • Membual alias boong alias talking bullsh*t;
  • Mengkritik diri sendiri . Ini sih namanya ga niat “ngejual” diri;
  • Mengkritik atau menjelek-jelekan atasan Anda yg sekarang atau yg lama;
  • Memberi informasi yg tidak relevan ( Ijazah palsu, pengalaman kerja palsu);
  • Memberikan kesan bahwa Anda sangat membutuhkan pekerjaan . Tetaplah bersikap profesional.

 

Pertanyaan-pertanyaan Ketika Interview

Pertanyaan-pertanyaan yang biasanya ditanyakan saat wawancara kerja :

  1. Ceritakan tentang diri Anda. Ini pertanyaan yang PALING SERING ditanyakan saat interview dan paling sering dijawab dengan salah.
    • Contoh jawaban yg kurang tepat : Usia saya 21 tahun, lahir di Jogja, 1 Januari 1987. Anak ke 2 dari 5 bersaudara. Ayah saya pegawai negri, Ibu saya Ibu Rumah Tangga. Hobi saya jalan-jalan, nonton, dan baca komik..dst
    • Yang tepat, jawablah dengan jawaban seputar your strengths and weaknesses point. Jangan cuma cerita yg bagus2 tentang diri Anda karena nanti bisa dikira cuma talking bullsh*t, ceritakan juga tentang kelemahan Anda tapi dengan kemasan yang baik.
    • Contohnya: Saya orang yang optimis, pekerja keras, kreatif, dan punya inisiatif tinggi. Saya mampu bekerja secara independent maupun bekerja sama dalam tim. Kadangkala saya suka lupa akan hal-hal kecil, tapi untuk menutupi kelemahan saya itu, saya selalu menyiapkan notepad kecil untuk mencatat segala hal agar tidak lupa. (ini kelemahan yg dikemas dengan baik).
  2.  Kenapa Anda berhenti dari pekerjaan Anda sebelumnya?
    • Jawab dengan positif. Jangan jelek²in perusahaan Anda sebelumnya, apalagi ngomongin kejelekan bos/supervisor/temen kantor.
    • Jawab dengan senyuman dan katakan hal-hal positif seperti “mencari kesempatan yg lebih baik untuk berkembang”, “mencari tantangan baru”, dan sejenisnya.
  3. Apa pengalaman Anda di bidang ini?
    • Kalo Anda fresh graduate dan ngga punya pengalaman sama sekali, jawab aja dengan jujur. Tapi tambahkan statement bahwa Anda adlh orang yang senang mempelajari hal-hal/tantangan baru dan seorang fast learner. Kalo Anda ngga punya pengalaman di bidang itu (tp punya pengalaman di bidang lain), jawab aja senyambung mungkin.
    • Contoh: Anda melamar di bidang Marketing sementara pengalaman Anda di Public Relation. Jawab saja kalau Anda punya basic excellent communication skill sewaktu bekerja sebagai PR yang pastinya merupakan modal untuk berinteraksi/communicate with customers.
  4. Apa yang Anda ketahui tentang perusahaan ini?
    • Pertanyaan ini juga lumayan sering ditanyakan. Itulah kenapa sangat penting untuk melakukan background checking pada perusahaan yang Anda lamar. Bergerak dibidang apakah perusahaan itu? Bagaimana pencapaiannya? Range Marketnya?, dll. Informasi tsb bisa didapatkan via internet, company website/profile, atau lebih bagus lagi dari “orang dalam” yg bekerja di perusahaan tsb.
  5. Apakah Anda sedang melamar di perusahaan lain selain disini?
    • Jawab dengan jujur, tp jangan bahas kelamaan. Tetap fokus pada interview Anda yg skrg ini.
  6. Kenapa Anda ingin bekerja di perusahaan ini?
    • Jawaban atas pertanyaan ini harus dipikirkan dulu dan juga harus didasari oleh “background checking” yg sudah Anda lakukan ttg perusahaan tsb. Ketulusan menjawab bakal keliatan banget di pertanyaan ini. So, jawablah dengan jawaban yg berhubungan dengan tujuan karir Anda jangka panjang.
  7. Apakah Anda ada kenalan di perusahaan ini?
    • Hati-hati ngejawab yg satu ini. Pada beberapa perusahaan tertentu ada kebijakan-kebijakan mengenai hal ini. So, kalo memang lowongan tersebut Anda ketahui dari teman/keluarga, tanyakan dulu kepada mereka mengenai kebijakan di perusahaannya.
  8. Berapa gaji yang Anda inginkan?
    • Intinya disini: jangan gila! Jangan langsung jawab: “5juta pak, 10 juta pak!” Dan juga jangan malah malu-malu.. dan malah ngejawab “terserah bapak aja”.. Too Funny
    • Yang bener, sebelom ngejawab tarik napas dulu sebentar (seolah-olah pura² mikir).. lalu nanya balik: “Maaf Pak, kalau boleh saya tahu, berapa range salary yang diberikan perusahaan ini untuk posisi ini?” “Kalo untuk posisi ini biasanya sekitar 2 sampai 2,5 juta” “Oh begitu. Begini Pak, kalau dari pihak saya, tentunya saya mengharapkan adanya peningkatan pendapatan dari pekerjaan saya yang sebelumnya.” “Memang sebelumnya salary Anda berapa?” “(nah disinilah Anda pasang ekspektasi gaji Anda. Misalnya gaji Anda sebelomnya 2jt, pastinya ngarepin lebih dong.. so mark-up sedikit jadi 2,5-3jt.. lebih boleh asal jangan gila) Kalo casenya si interviewer ngga ngasih tau range gajinya.. yah terpaksa Anda harus kasih range gaji yg Anda pengen. Untuk penetapan range ini, pertimbangkan segi biaya transportasi, uang makan, tunjangan kesehatan, gaji sebelumnya, job description nantinya, plus referensi dr temen²/kenalan Anda yang bekerja di bidang yg sama.
  9. Apakah Anda bisa bekerja dalam tim?
    • Selalu jawab IYA. This will add your plus points. Jangan lupa siapin examples kalo ditanya buktinya apa.
  10. Jika Anda diterima bekerja disini, berapa lama Anda berencana untuk bekerja?
    • Jangan pernah jawab spesifik: “Paling lama 2 taon aja Pak, soalnya blablablabl”. something like this should work: “Saya ingin bekerja untuk waktu yang lama. Atau selama kedua belah pihak merasa bahwa saya melakukan pekerjaan saya dengan baik”
  11. Jelaskan mengapa perusahaan kami harus mempekerjakan Anda?
    • Jawab dengan semangat, percaya diri, dan antusias. Ini kesempatan bagus untuk “ngejual” diri Anda. Katakan hal2 positif tentang diri Anda yang dibutuhkan perusahaan/bisa menunjang kemajuan perusahaan. Berikan beberapa alasan termasuk skill, pengalaman, dan interest Anda.
  12. Apa saja kekuatan diri Anda? (Your greatest strength)
    • Kuncinya tetap berpikiran positif. Contoh-contoh yang bisa dipakai: kemampuan Anda untuk me-manage skala prioritas, kemampuan Anda untuk fokus pada pekerjaan, kemampuan Anda untuk bekerja di bawah tekanan, kemampuan Anda dalam pemecahan masalah, kemampuan Anda dalam memimpin tim, dll.
  13. Apakah Anda bersedia untuk bekerja lembur/bermalam/di akhir minggu?
    • Jawab sejujur-jujurnya.
  14. Apakah Anda ada pertanyaan?
    • Selalu siapkan satu dua pertanyaan untuk menimbulkan kesan positif. Misalnya seperti seputar job description, ruang lingkup kerja, market perusahaan, dll.

 

Berikut ini pertanyaan yang kadangkala keluar saat Interview :

  1. Menurut Anda, apakah Anda termasuk orang sukses?
    • Pertanyaan ini WAJIB dijawab IYA disertai dengan penjelasan singkat. Misalnya: “Saya punya target dan tujuan² dalam hidup, dan saat ini saya sudah berada di dalam jalur pencapaian tujuan² tersebut. I’m on the right track!”
  2. Apa penilaian rekan kerja Anda tentang Anda?
    • Nah kalo yang ini jangan ngarang.. karena kalo yg interview Anda seorang psikolog, bakal ketauan banget ngibulnya. That’s why sebaiknya Anda pernah nanya sama rekan kerja mengenai hal ini. Ambil yang positif aja. Contohnya: “Teman saya di perusahaan saya yang sebelumnya selalu berkata bahwa saya adalah seseorang yang idealis dan perfeksionis dalam bekerja.”
  3. Hal-hal apa yang Anda lakukan selama setahun terakhir ini untuk meningkatkan kemampuan diri Anda?
    • Sebaiknya sih jangan ngarang karena nanti akan dituntut buktinya. Pertanyaan ini bisa dijawab seperti ini: “Saya mengikuti seminar A, training B, banyak membaca buku pengembangan diri, ikut kegiatan sosial, ikut organisasi, dll”.
  4. Apakah Anda pernah di PHK?
    • Jika tidak bilang tidak. Jika iya, jujur aja.. dan jawab dengan singkat tanpa ngejelek-jelekin perusahaan/mantan bos yg mem-PHK Anda, dan juga jangan “menjatuhkan” citra diri Anda secara terang2an.
  5. Ceritakan mengenai pekerjaan impian Anda.
    • Jangan jawab jenis pekerjaan secara spesifik. Lebih baik tetap bersikap “umum” dengan jawaban seperti: Pekerjaan yang saya cintai, atmosfir lingkungan kerja yang mendukung, pekerjaan dimana saya bisa menyalurkan kreatifitas dan inovasi saya, dst.”
  6. Mana yang lebih penting: uang atau pekerjaan?
    • Tidak ada jawaban yang lebih baik dari: “Uang selalu penting; tapi pekerjaan adalah yang terpenting”. Yah meskipun rada-rada muna,.. but hey.. that’s how things work..

 

Arti terselubung Lowongan Pekerjaan (Opini)

Bila membaca iklan lowongan kerja di surat kabar, pamflet, majalah, dll., cobalah Anda artikan dulu setiap kalimat yang dituliskannya sebagai persyaratan pelamar kerja. Berikut ini terjemahan bebas dari beberapa kalimat tersebut :

  • Dibutuhkan tenaga kerja muda, pengalaman tidak mutlak, artinya dibutuhkan tenaga kerja yang siap digaji di bawah standar.
  • Menyukai tantangan, artinya akan menghadapi pekerjaan/tugas sulit dimana tidak/belum ada seorang pun di perusahaan tersebut yang sanggup membantu untuk menyelesaikan/ mencari solusinya.
  • Bersedia Berkeja di bawah tekanan/work underpressure, artinya siap-siap jadi sapi perah, bisa kerja rodi/romusha, work hournya bisa 12-16 jam.
  • Berkendaraan sendiri, artinya perusahaan tidak cukup modal untuk menyediakan kendaraan dan ongkos transportasi operasional.
  • Memiliki SIM, artinya siap-siap merangkap jadi supir pribadi bos.
  • Tinggal tidak jauh dari lokasi perusahaan, artinya siap-siap mondar-mandir ke kantor, tak peduli tengah malam, hari libur, atau lagi sakit.
  • Berwawasan luas, artinya bidang pekerjaan yang ditawarkan tidak spesifik, siap-siap jadi tukang apa aja atau seksi sibuk sekali.
  • Dibutuhkan tenaga wanita, single, menarik, artinya dibutuhkan wanita yang siap “bupati” dan pamer “sekwilda” untuk boss-boss (cantik dan seksi only dan berani diapa-apain ditanggung bayaran tinggi)
  • Dibutuhkan pria/wanita, artinya bila kemampuannya hampir sama, maka wanita yang diterima.
  • Menjalani masa percobaan selama 3 bulan, artinya pihak perusahaan meragukan kemampuan para pelamar kerja untuk menempati posisi yang ditawarkan. Atau untuk menghancurkan kompetitor dengan menarik keyperson perusahaan kompetitor dengan tawaran 3x lipat gaji tapi mesti melewati probation 3 bulan, setelah itu dipecat dengan alasan tidak perform.
  • Mau bekerja dengan sistem deadline, artinya perusahaan sudah memiliki proyek yang harus segera diselesaikan oleh pelamar kerja bila diterima dan siap kerja siang malam .
  • Mau bekerja dengan sistem kontrak, artinya perusahaan hanya membutuhkan Anda sementara waktu.
  • Mau bekerja dengan sistem bagi hasil, artinya perusahaan tidak sudi memodali Anda dan tidak mau menanggung resiko atas kegagalan Anda (resiko tanggung sendiri).
  • Jujur, artinya pegawai perusahaan yang sebelumnya menempati posisi yang ditawarkan telah membawa lari uang perusahaan, alias posisinya basah.
  • Berat dan tinggi badan ideal, artinya kerja di front office/customer service.
  • Menguasai Bahasa Asing (inggris., perancis., …), artinya perusahaan memiliki masalah komunikasi internal & external.
  • Dapat bekerja dalam tim, artinya siap ngajarin sesuatu kepada karyawan lain yang belum mengusai sesuatu tsb.
  • Siap ditempatkan di luar kota, artinya get a new life in a new neighbourhood!
  • Berpengalaman kerja di bidang yang sama, artinya perusahaan tidak mengerti apa saja yang menjadi tugas Anda nantinya, diharapkan Anda yang mengajari mereka;
  • Menguasai MsWord, Power Point, artinya hanya itu yang mampu dibeli/disediakan perusahaan;
  • Freelance dan tidak mengikat waktu, artinya pasti MLM.

Komentar

komentar

Andrian Dion Priadi

Penulis seorang penggiat Open Source, bekerja sebagai staff IT di PTN Universitas Gadjah Mada, dan juga sebagai direktur utama CV. Manasthika Global Informasi.

2 Comments

Tinggalkan Pesan